Reba Bersama

Reba Bersama

oleh Admin User -
Jumlah balasan: 0

Udara dingin yang menyelimuti Kota Bajawa seketika terasa hangat oleh semangat kebersamaan saat ribuan masyarakat Ngada berkumpul untuk merayakan Reba, upacara adat paling sakral di tanah warisan leluhur ini. Perayaan yang berpusat pada penghormatan terhadap Uwi (ubi) sebagai sumber kehidupan ini bukan sekadar ritual kuno, melainkan panggung besar di mana identitas budaya ditegaskan kembali. Dalam kemeriahan tahun ini, SMA Negeri 2 Bajawa tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi mengambil peran aktif sebagai penjaga nyala api tradisi di tengah arus modernisasi. Kehadiran keluarga besar sekolah ini di tengah lapangan kartini maupun di rumah-rumah adat menunjukkan bahwa pendidikan formal dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan demi membentuk karakter generasi muda yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur Ngadhu dan Bhaga.

Keterlibatan SMA Negeri 2 Bajawa dalam perayaan Reba bersama membawa warna tersendiri bagi suasana kota. Para siswa dan guru tampak anggun dan gagah dalam balutan kain tenun khas Ngada, dengan motif-motif tradisional yang sarat makna filosofis. Keikutsertaan sekolah dalam tarian Sauhe massal menjadi pemandangan yang menyentuh, di mana ratusan siswa bergerak seirama, mengikuti entakan kaki dan irama musik yang magis. Di sini, pelajaran sejarah tidak lagi hanya dibaca dari buku teks di dalam ruang kelas, melainkan dirasakan langsung melalui getaran tanah dan nyanyian adat yang menggema. Sekolah menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu yang agung dengan masa depan yang dinamis, memastikan bahwa filosofi Reba tentang kerja keras, kejujuran, dan rasa syukur tetap relevan bagi para pelajar di era digital ini.

Suasana Reba bersama ini juga menjadi momentum bagi SMA Negeri 2 Bajawa untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah. Di sela-sela ritual penyembelihan hewan kurban dan jamuan makan adat, terjadi dialog lintas generasi yang sangat berharga. Para siswa belajar langsung dari para tetua adat tentang tata cara ritual, etika berpakaian, hingga makna di balik syair-syair kuno yang dilantunkan. Partisipasi aktif ini membuktikan bahwa SMA Negeri 2 Bajawa adalah institusi yang terbuka dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan sosial masyarakat Ngada. Kebersamaan ini menciptakan rasa memiliki yang tinggi, di mana sekolah tidak hanya dianggap sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga sebagai benteng pertahanan kebudayaan yang dinamis.

Saat perayaan mencapai puncaknya, kehadiran SMA Negeri 2 Bajawa di tengah kerumunan massa menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan tradisi Ngada. Semangat "Loka Ngada" yang diusung dalam kurikulum sekolah terpancar nyata dalam disiplin dan antusiasme siswa selama mengikuti seluruh rangkaian acara. Reba bersama ini menjadi pengingat bagi setiap insan di SMA Negeri 2 Bajawa bahwa sesukses apa pun mereka di masa depan, akar budaya adalah kompas yang akan selalu membimbing mereka pulang. Kenangan tentang derap kaki saat menari Sauhe dan aroma ubi yang dibakar di tengah suasana kekeluargaan akan terus membekas, menjadi modal sosial yang kuat bagi para siswa untuk membangun daerahnya dengan hati yang tetap mencintai tanah kelahiran.

Lampiran IMG_2188.JPG